Aku Mencoba Menjadi Luka
Aku kembali ke laman ini untuk berbagi hal-hal yang mungkin sedang dirasakan oleh beberapa manusia. Ya, manusia itu lucu mereka punya rasa dan mereka punya cinta. Namun kadangkala mereka bingung bahkan ragu untuk berkata apa yang ada di dalam benaknya. Aku seringkali teledor dengan janjiku sendiri untuk selalu menahan apa yang aku rasa.
Namun pada hari itu, aku tidak menjadi diriku sendiri. Aku melihat diriku dalam diri manusia itu. Mencoba mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan. Ya, lagi-lagi itu tentang AKU.
Aku terdiam bahkan tidak berkutik, dalam hati mungilku aku pun menahan rasa ini. Karena aku tidak ingin mengecewakan siapapun, tapi entah mengapa justru manusia itu merobohkan segala rasa yang sedang aku tahan.
“ aku mau kita lebih dari ini “ - ucapnya.
Aku tersontak, aku bingung dan aku sedikit senang. Namun aku terlanjur berjanji dengan diriku untuk membawa siapapun pada keseriusan. Aku tidak ingin menjalani hari-hari bahagia itu dengan keraguan lagi. Aku senang karena manusia itu berani namun aku juga kecewa karena aku tidak tangkas seperti biasanya seperti saat-saat aku tersenyum dengan kalimat yang biasa dia lontarkan. Aku diam tidak menjawab apapun.
Setelah berselang aku mencoba menjelaskan aku mencoba menjabarkan agar manusia itu mengerti. Namun, aku gagal. Aku menjadi luka baru di hidup manusia tulus ini. Saat itupun senyuman yang keluar tidak sengaja di antara kami berhenti, tidak seperti biasanya yang selalu ada nafas tersentak yang hadir disela-sela topik seru kami.
Tapi aku senang bisa mengenalnya, dia baik dan dia pantas menemukan manusia yang seperti dirinya di suatu hari nanti.
Senyuman itu perlahan kembali walaupun tidak lagi terbilang antara, melainkan pada diriku sendiri yang lega melihat manusia itu baik-baik saja.
Pada saat itulah aku tau jika manusia baik tidak selalu bisa kita miliki, mungkin mereka hadir sekedar untuk memberi tahu jika rasa itu ada bahkan cinta itu nyata. Apapun tentangku manusia itu mencoba mengingat, memahami, dan mengikuti. Untuk pertama kalinya aku menjadi luka pada manusia baik itu, padahal aku tahu mungkin aku bukan luka pertamanya melainkan kesekian kalinya.
- tulisan ini bukan untuk mengenang atau mengingatmu, namun hanya sekedar memberikan sentuhan rasa syukur ketika kata diantara itu masih ada -
Komentar
Posting Komentar